Laman

Senin, 31 Agustus 2009

KAMFER













Kamfer (Cinnamomum camphora) termasuk dalam suku Lauraceae selain dari kayu manis (Cinnamomu iners). Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran tinggi, pegunungan. Ciri-cirinya sebagai berikut :
  • memiliki bau khas kulit manis
  • berkelamin ganda (diaceous)
  • pohon, tinggi lebih dri 40 meter
  • kulit batang coklat, dan memiliki retakan vertical
  • bunga majemuk berwarna kuning agak putih
  • buah hijau, setelah tua menjadi biru
Tumbuhan ini mengandung zat naftalena yang digunakan sebagai bahan pengharum (kamfer).

SAMBILOTO












Sambiloto (Andrographis paniculata ) merupakan salah satu dari anggota suku Acanthaceae. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai terutama di pekarangan rumah, ladang dan tanah bekas galian atau longsor. Tumbuhan ini mampu hidup mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:
  • batang bersegi empat (kwadrangularis) dengan banyak cabang
  • terna semusim, tinggi 50 cm-90 cm
  • daun tunggal, letak bersilangan dan bentuk lanset
  • perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari ujung batang atau ketiak daun
  • bunga bentuk tabung warna putih
  • buah bentuk kapsul
Tumbuhan ini mengandung zat andrografin, andrografoloid dan panikulin. Tumbuhan ini juga mampu mengobati penyakit gatal-gatal, kudis, radang usus buntu, tifus dan demam.

CABE JAWA

Cabe jawa (Piper retrofractum ) termasuk ke dalam suku Piperaceae (sirih-sirihan). Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia,di daerah jawa tumbuhan ini ditanam di pekarangan rumah, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya lembap dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan ini memiliki batang yang melilit dan memanjat, mampu memanjat pohon hingga 10 meter tingginya. Bisa juga kita temukan melata di tanah dengan akar lekatnya. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri:
  • memiliki minyak atsiri
  • batang menjalar, keras
  • buah bentuk tandan, betina lebih pendek daripada jantan
  • daun tunggal











Secara etnobotani tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat kejang perut, muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sukar buang air besar, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia, tekanan darah rendah, pencernaan terganggu, rematik goat, tidak hamil:rahim dingin, membersihkan rahim, badan lemah, stroke, nyeri pinggang, kejang perut.

KEMUNING

Kemuning (Murraya paniculata)merupakan salah satu anggota suku Rutaceae (jeruk-jerukan). Tumbuhan ini dapat kita temukan di semak-semak belukar atau di pinggir hutan. Tapi sekarang sudah dijadikan sebagai tanaman hias, karena memiliki bunga yang putih dan wangi. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah :
  • memeliki kelenjar minyak eteris di bagian batang dan daun
  • perdu, kurang lebih setinggi 1 meter
  • daun berbentuk oval, kecil dan majemuk
  • buah berwarna hijau, setelah tua menjadi merah
  • batang berduri











Manfaat tanaman ini sangat banyak, secara ilmu pengobatan kemuning ini mampu mengobati penyakit radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), kuli kasar, memar akibat benturan, rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, ekzema, bisul, koreng, epidemik encephalitis B, dan luka terbuka di kulit. Menurut para wanita daun tumbuhan ini juga bisa dijadikan sebagai penghalus dan pendingin wajah, caranya daun kemuning di haluskan (dilumatkan).

Sabtu, 29 Agustus 2009

CENGKEH












Cengkeh (Syzygium aromaticum)termasuk ke dalam suku Myrtaceae (jambu-jambuan). Dahulunya nama latin cengkeh ini adalah Eugenia aromaticum, karena nama Eugenia sebelumnya telah dijadikan sebagai nama hewan, jadi diganti menjadi Syzygium. Tumbuhan ini memiliki ciri yang mirip dengan jambu, yaitu:
  • kulit batangnya mengelupas
  • serbuk sari tak berhingga
  • kelopak dan putik persisten (tidak gugur)
  • pohon
  • letak daun berhadapan dan bersilang
  • rumus daun = 1/2
Secara etnobotani, cengkeh dimanfaatkan segai rempah-rempah, bahan membuat rokok, untuk dupa bagi sebagian ummat beragama lain dan sebagai obat gigi.

JAMBU MONYET

Jambu monyet (Anacardium occidentale) termasuk ke dalam suku Anacardiaceae (mangga-manggaan). Tumbuhan ini sering dikatakan orang sebagai jambu, namun sebenarnya itu salah. Alasannya, tumbuhan ini termasuk dalam suku mangga-manggaan, aroma daun dan buahnya itu persis seperti bau mangga, hanya saja bentuk buahnya mirip seperti jambu air. Adapun ciri-cirinya adalah :
  • biji berbentuk seperti gigi, dan terdedah keluar dari buah
  • buah berwarna kuning atau merah
  • aroma khas yang dimiliki oleh mangga
  • batang berkayu, merupakan pohon
  • daun memanjang dan membulat di bagian ujungnya












Buah jambu monyet ini sebenarnya adalah bagian dasar bunga yang membesar dan termodifikasi menjadi daging buah.
Secara umum tumbuhan ini dibudidayakan orang, karena selain buahnya dapat dikonsumsi bijinya juga bisa di jadikan makan ringan (kacang mete).

NAM-NAM











Nam-nam (Cynometra cauliflora)merupan salah satu tumbuhan yang masuk ke dalam suku Caesalpiniaceae . Tumbuhan ini masih merupakan polong-polongan dan berbuah masam. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut :
  • perdu, berkayu
  • daun majemuk, dengan dua anak daun
  • bunga (buah) tumbuh di bagian batang dan membentuk bonggol
  • berbuah polong berbentu ginjal
  • memiliki bunga majemuk
  • benang sari berjumlah 9 buah dan putik 1 buah









Secara etnobotani manfaat nam-nam ini adalah tanaman hias dan bahan makanan (manisan, rujak, dan sambal).

Jumat, 28 Agustus 2009

MATOA












Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman khas Papua, termasuk ke dalam famili Sapindaceae. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng. Buahnya berbentuk lonjong, ketika muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna hijau kemerahan.

BUAH MAJA












Maja (Crescentia cujete)termasuk kedalam suku rutaceae.
Tanaman ini mampu tumbuh dalam kondisi lingkungan yang keras, seperti suhu yang ekstrem; misalnya dari 49°C pada musim kemarau hingga -7°C pada musim dingin di Punjab (India), pada ketinggian tempat mencapai +1.200m. Di Asia Tenggara, maja hanya dapat berbunga dan berbuah dengan baik jika ada musim kering yang kentara, dan tidak biasa dijumpai pada elevasi di atas 500 m. Maja mampu beradaptasi di lahan berawa, di tanah kering, dan toleran terhadap tanah yang agak basa (salin).
Ciri-cirinya :
  • daun mudah gugur
  • batang berdur
  • daun dan batang emiliki kelenjar yang menghasilkan minyak eteris
Warna kulit luar buah maja berwarna hijau tetapi isinya berwarna kuning atau jingga. Aroma buahnya harum dan cairannya manis, bertentangan dengan anggapan orang bahwa rasa buah maja adalah pahit. Sebagaimana jeruk, buah maja dapat diolah menjadi serbat, selai, sirop, atau nektar. Kulitnya dibuat marmalade.

PULUTAN












Pulutan (Urena lobata L) termasuk ke dalam suku Malvaceae (kapas-kapasan). Pulutan hidup mulai dataran tinggi hingga dataran rendah. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut :
  • perdu, tinggi 1-2 meter
  • batang berkayu dan berwarna ungu
  • daun bulat telur
  • bunga tunggal, di ketiak daun, warna pink
  • buah kotak, tertutup rambut seperti sikat warna cokelat
  • biji, segitiga putih
  • bunga monoadelphus
Untuk membantu penyerbukan suku Malvaceae ini, dibutuhkan bantuan kupu-kupu, lebah dan serangga lainnya, karena putik lebih tinggi dari pada benang sari.
Manfaat tmbuhan ini adalah, dapat mengobati disentri, sakit perut dan demam. Sedangkan kandungannya adalah alkaloid dan garam kalium.

ANDALIMAN

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) termasuk kedalam suku Rutaceae (jeruk-jerukan). Andaliman ini hanya dapat kita temukan di tanah batak, khususnya Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Simalungun. Tumbuhan ini hanya hidup di dataran tinggi, ciri-ciri adalah :
  • batang berduri
  • batang dan daun memilki kelenjar yang menghasilkan minyak eteris
  • buah berwarna hijau dan merah, dan setelah kering menjadi hitam










Secara etnobotani, andaliman dimanfaatkan masyrakat setempat sebagai rempah-rempah, karna aroma dan rasanya yang khas yaitu getir.

SIDAGURI



Sidaguri (Sida rhombifolia)merupakan salah satu anggota famili Malvaceae. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai, dipinggir jalan, halaman rumah dan di ladang yang terkena sinar matahari. Tersebar di daerah tropis, cirinya sebaigai berikut :
  • daun berbentuk jajar genjang dan bergerigi
  • perdu, bisa mencapai 1 m
  • letak daun bersilang, dan batang berwarna kelabu
  • semua organ tumbuhan ini berlendir
  • bunga berwarna kuning, dan monoadelphus




Secara etnobotani tumbuhan ini bermanfaat sebagai, obat mulas, rematik, asma, cacingan, asam urat dan masih banyak penyakit lain. Selain itu, sidaguri juga digunakan sebagai bahan dasar pembuat tali. Zat kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah alkoloid, calsium oksalat, tanin, saponin, phenol, asam amino, minyak terbang. Zat phlegmatic untuk expectorant dan lubricant.

Kamis, 27 Agustus 2009

PANDAN

Pandan (Pandanus tectorius) termasuk ke dalam suku Pandanaceae. Pandan ini biasa tumbuh di berbagai tempat, misalnya pegunungan maupun daerah pantai.












Pandan memiliki ciri-ciri antara lain:
  • roset batang
  • memiliki akar lutut
  • perdaunan berbentuk spiral (spirotric)
  • daun berduri
Secara etnobotani manfaat pandan adalah:
  • daun : bahan dasar membuat tikar dan topi
  • akar : obat mata dan tampi
Selain itu, pelepah tumbuhan ini yang masih lengket pada batang akan menampung air hujan dan sangat cocok sebagai tempat pelepasan telur katak pohon, sehingga keturunannya aman dari pemangsa.

HANJUANG

Cordyline fructiosa (Hanjuang) memiliki nama daerah hatunggal. Tumbuhan ini termasuk ke dalam suku Liliaceae (bawang-bawangan).












Adapun ciri-cirinya, antara lain:
  • memiliki umbi lapis, sebagai bahan dasar perkembangbiakannya
  • memiliki mahkota bunga berbentuk bintang (6 mahkota)
  • memiliki 6 buah kepala sari, dan 1 buah putik
  • putik terdiri atas 3 ruang.
Hanjuang ini adalah salah satu dari suku liliaceae yang memiliku batang bercabang dan berkayu. Secara etnobotani, hanjuang ini digunakan sebagai tanaman hias, khusus di tanah batak tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai pembatas tanah.

HARIMONTING

Rhodomyrtus tomentosa merupakan tumbuhan yang termasuk kedalam suku Myrtaceae ( jambu-jambuan ), biasanya hidup di dataran tinggi. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri, antara lain :
  • kulit batang mengelupas
  • serbuk sari tak berhingga
  • kelopak dan putik persisten (tidak gugur)
  • tumbuhan perdu
  • letak daun berhadapan dan bersilang
  • rumus daun = 1/2










Secara etnobotani, manfaat dari Rhodomyrtus tomentosa adalah sebagai makanan, pencahar dan dijadikan sebagai obat peluruh haid. Di daerah simalungun khususnya, Rhodomyrtus tomentosa ini, digunakan sebagai bahan pewarna ulos (kain khas batak).