Laman

Jumat, 16 Oktober 2009

KEPEL

Kepel (Stelechocarpus burahol) termasuk dalam suku Annonaceae (sirsak-sirsakan). Tumbuhan ini termasuk langka, terdapat di Indonesia. Tingginya mencapai 25 m, batang berwarna coklat, dengan diameter sampai 40 cmdengan benjolan (tubercles) sebagai tempat munculnya buah. Bunga betina berada di pangkal batang, buah berkumpul 8-13 buah.

Buahnya yang matang dimakan dalam keadaan segar. Disebutkan bahwa dagingnya yang berwarna jingga dan mengandung sari buah itu memberikan aroma seperti bunga viola pada ekskresi tubuh (seperti air seni, keringat, dan napas). Dalam pengobatan, daging buahnya berfungsi sebagai peluruh kencing, mencegah radang ginjal dan menyebabkan kemandulan (sementara) pada wanita. Jadi, kepel ini oleh para wanita bangsawan digunakan sebagai parfum dan alat KB; di Jawa, penggunaannya secara tradisional terbatas di Kesultanan Yogya. Kayunya cocok untuk perkakas rumah tangga; batangnya yang lurus setelah direndam beberapa bulan dalam air, digunakan untuk bahan bangunan rumah dan diberitakan tahan lebih dari 50 tahun. Kepel merupakan tanaman hias pohon yang indah, daunnya yang muncul secara serentak berubah dari merah muda pucat menjadi merah burgundi sebelum berubah lagi menjadi hijau cemerlang. Perawakan pohonnya berbentuk silindris atau piramid dengan banyak cabang lateral yang tersusun secara sistematik, dan sifatnya yang kaulifor (cauliflory) menambah keindahannya.

BIRIBA

Biriba (Rollinia deliciosa) termasuk kedalam anggota famili Annonaceae (sirsak-sirsakan). Di mana dari bentuknya saja kita sudah bisa menebak, karena bentuk buahnya mirip dengan sirsak dan srikaya. Tinggi tumbuhan ini 10-40 m, tumbuh di daratan yang banyak sinar matahari. Biriba ini dimanfaatkan sebagai buah yang dapat dikonsumsi.



RUKAM

Rukam (Flacourtia rukam) merupakan tumbuhan langka yang terdapat hanya di beberapa daerah saja, tumbuhan ini termasuk kedalam famili Flacourtiaceae, di mana genusnya Flacourtia. Rukam merupakan pohon dengan tinggi 5-20 m, apabila batangnya atau cabangnya sudah tua maka akan terlihat bengkok. Batang tumbuhan ini juga memiliki duri yng panjangnya mencapai 10 cm. Buahnya berwarna hijau dan yang sudah masak berubah menjadi merah, rasanya asam.












Buah rukam yang matang dapat dimakan dalam keadaan segar; sebelum dimakan sebaiknya dipijit-pijit dahulu dengan jari, sebab dengan cara ini rasa sepet daging buahnya akan hilang. Buah rukam dapat pula dibuat rujak dan asinan, atau dicampur gula dijadikan selai atau permen. Daun mudanya dapat dimakan mentah sebagai lalap. Buah mudanya digunakan dalam ramuan obat tradisional untuk mengobati diare dan disentri. Air perasan daunnya dipakai untuk mengobati kelopak mata yang bengkak. Di Filipina, seduhan akar rukam diminum oleh wanita yang baru saja melahirkan. Kayu rukam keras dan kuat, dapat digunakan untuk membuat perabot rumah tangga, seperti alu dan mebel.

JERUK JARI BUDHA

Jeruk jari budha merupakan salah satu anggota dari famili Rutaceae ( jeruk-jerukan). Jeruk ini memiliki nama latin Citrus medica, di mana ciri-ciri sama persis dengan jeruk tapi ada yang beda dari jeruk ini, dia memiliki buah yang membentuk jari dan apabila sudah tua akan berubah warna menjadi kuning.












Tanaman ini termasuk ke dalam daftar tanaman langka.

Kamis, 15 Oktober 2009

GAMBIR

Gambir (Uncaria gambir) merupakan anggota famili Rubiaceae (kopi-kopian). setengah merambat dengan percabangan memanjang. Daun oval, memanjang, ujung meruncing, permukaan tidak berbulu (licin), dengan tangkai daun pendek. Bunganya tersusun majemuk dengan mahkota berwarna merah muda atau hijau; kelopak bunga pendek, mahkota bungaberbentuk corong (seperti bunga kopi), benang sari lima, dan buah berupa kapsula dengan dua ruang.

gbr. bunga gambir









Gambir dibudidayakan pada lahan ketinggian 200-800 m diatas permukaan laut. Mulai dari topografi agak datar sampai di lereng bukit. Biasanya ditanam sebagai tanaman perkebunan di pekarangan atau kebun di pinggir hutan. Budidaya biasanya semiintensif, jarang diberi pupuk tetapi pembersihan dan pemangkasan dilakukan. Di Sumatra kegiatan penanaman ini sudah mengganggu kawasan lindung.












Kegunaan utama adalah sebagai komponen menyirih, yang sudah dikenal masyarakat kepulauan kepulauan Indonesia dari Sumatra hinggaPapua sejak paling tidak 2500 tahun yang lalu. Diketahui, gambir merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus. Fungsi lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit (dibalurkan); penyamak kulit; dan bahan pewarna tekstil. Fungsi yang tengah dikembangkan juga adalah sebagai perekat kayu lapis atau papan partikel.

KEMIRI

Kemiri (Aleurites moluccana) termasuk kedalam famili Euphorbiaceae (getah-getahan). Dimana tumbuhan ini memiliki getah berwarna putih dan sangat gampang kita temukan di daerah kita ini, karena tumbuhan ini mampu hidup di daerah tropis dengan tanah berpasir, humus maupun yang kurang subur terutama daerah beriklim kering seperti sulawesi. Kemiri dapat tumbuh pada ketinggian 0-800 mdpl.










Manfaat kemiri ini sangat banyak terutama sebagai rempah-rempah, biji kemiri dapat diolah menjadi minyak atau lemak kemiri yang digunakan sebagai bahanobat-obatan, kosmetik dan industri cat.

CORYBAS (ANGGREK TANAH)

Sepintas jika anda melihat tumbuhan ini, anda tidak akan yakin bahwa ini adalah anggrek. Tumbuhan ini termasuk kedalam famili Orchidaceae (anggrek-anggrekan) dimana tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang paling modern. Tumbuhan ini hidup di daerah pegunungan yang lembab, sepeti di daerah lembah pegunungan. Tumbuhan anggrek ini menyebar di sekitar Asia tenggara, terutama Indonesia hingga Australia dan New Zeland. Anggrek ini sangat kecil, hanya memiliki satu bunga yang unik dan satu daun yang unik pula.

gbr. Corybas sp











Karen saya berada di sekita Sumatera Utara, jadi saya pernah melihat anggrek di daerah Tapanuli selatan dan Karo.

Rabu, 14 Oktober 2009

JEWEL ORCHID

Tumbuhan ini merupakan Family Orchidaceae, dengan nama genus Macodes. Tumbuhan ini ditemukan pada ketinggian 100-800 mdpl, daerah lembahan hutan hujan yang sebagian tertutup bayangan pohon dan tumbuh pada bekas tanaman atau humus yang basah dan tanah dengan drainase yang baik.


gbr. Macodes petola













gbr. Mecodes sanderina









Anggrek ini tidak seperti anggrek-anggrek lain yang dinikmati bunganya tetapi indah pada bagian daunnya. Spesies-spesies dari genus ini, seiring dengan genera-genera lain yang memiliki daun berwarna seperti Anoectochilus, Eucosia dan Goodyera disebut “Jewel Orchids”. Bisa terlihat bahwa daunnya berwarna hijau sedikit ungu gelap, memiliki urat-urat longitudinal berwarna emas yang berkilau (inflorescence) dan permukaan yang menyerupai beludru.


gbr. Macodes lowii







gbr. Macodes marmorata







Anggrek ini membutuhkan kelembaban udara yang tinggi, 50% atau lebih. Media harus cukup lembab tetapi bukan berarti media terlalu basah karena dengan demikian akan muncul masalah akibat bakteri dan jamur dan busuk pada akar. Kamar mandi dengan pertukaran udara yang baik dan sinar matahari tak langsung merupakan kombinasi yang baik. Bila tidak tempatkan dekat jendela yang dapat membawa kelembaban dari luar. Pada cawan pot dapat ditempatkan batu-batuan untuk menciptakan penyangga sehingga air yang keluar dari pot dapat ditampung di cawan kemudian bila teruapkan menciptakan kondisi lembab tanpa takut membusukkan akar tanaman. Jangan membiarkan media hingga kering samasekali, dibutuhkan media yang lembab sepanjang waktu. Sehubungan dengan kebutuhan cahaya, pastikan anggrek ini tidak terkena sinar matahari secara langsung karena akan membakar daun-daunnya.

gbr. bunga anggek Macodes







Bunga ini dilindungi pemerintah indonesia.